Memang aku selalu menganggap semua itu hanya mimpi buruk.Dan aku tidak berharap bisa terulang lagi. Bokep SMA Aku jadi ngeri dan takut membayangkannya. Entah kenapa aku jadi tertarik memperhatikannya. Tapi Ria menahan dan memaksaku untuk singgah.“Ayo..”, Sambil menarik tanganku, Ria memaksa dan membawaku masuk ke dalam rumahnya. Ria malah meminta aku yang mengemudi. Bukan hanya fisik, tapi juga batinku benar-benar tersiksa. Aku membayangkan kalau orang tua dan saudara-saudara serta semua temanku pasti kebingungan mencariku.Karena sudah tiga hari aku tidak pulang akibat disekap cewe-cewe binal dan liar ini. Apalagi pinggulnya yang bulat dan padat berisi. “Akh.., kayak nama perempuan”, celetuknya. Apa lagi perutku memang lagi lapar. Aku duduk beristirahat di bangku taman, memandangi orang-orang yang masih juga berolah raga dengan segala macam tingkahnya.




















