agg.. “Hhh.. Xhamster bokep Kamu mau menyuruhku minta maaf ya?”
“Bukan gitu, Ray..”
“Ya sudah deh, aku ngantuk.”Kuletakkan gagang telepon tanpa menunggu sahutan suara di seberang. Aku pulang ke rumah, membanting sepedaku di halaman, dan langsung menuju ke kamar. Akhirnya Nia tertawa mengiringiku, dan mengenakan baju dan celananya kembali. what a night.Kukendarai mobilku menembus gelap malam. Enni tidak mau lagi mendengar alasanku. “Pulang, pikir dulu perbuatan kamu, baru temui aku lagi!” Huh, ya sudah, pikirku sambil beranjak keluar mengambil sepeda Federal-ku dan ngeloyor pulang. Kan belum masuk?” kudengar Nia berbisik protes. Setelah tamat, ia kembali ke Surabaya dan bekerja di sebuah bank swasta yang namanya cukup kondang di Indonesia.Ceritanya sangat panjang (dan siapapun takkan mau mendengarnya, membosankan), namun yang kutahu saat itu aku butuh teman untuk bicara,




















