Saya bisa masuk angin.” kata seorang wanita setengah baya di depanku pelan.Aku tersentak. Xhamster Keringatnya meleleh seperti yang kulihat sekarang. Sebentar lagi Mbak Mona yang punya salon ini datang, biasanya jam segini dia datang.” Aku langsung beres-beres dan pulang.,,,,,,,,,,,,,, Masih ada waktu bebas dua jam. Ketika menjangkau pantatku ia agak mendekat. Pokoknya turun.“Kiri Bang..!”Aku lalu menuju salon. Aku pun segan memulai cerita. Dadaku tiba-tiba berdegup-degup.“Bang, Bang kiri Bang..!”
Semua penumpang menoleh ke arahku. Ia tepat berada di tengah-tengah. “Ini..,” kutunjuk pangkal pahaku.“Besok saja Sayang..!” ujarnya.Ia hanya mengelus tanpa tenaga. Alamak.., jauhnya. Aku masih ingat sepatunya tadi di angkot. Esoknya, dari rumah kuitung-itung waktu. Aku duduk di tepi dipan. Bodoh amat. Lha wong Mbak Wien menutupi wajahnya begitu. Tapi masih terhalang kain celana. Ah masa bodo.




















