Sudah capek dengan gerakan cepat naik-turun. Ya sudah, aku coba tarik-tekan dengan “space” yang kecil tadi, dengan kesabaran akhirnya semakin basah dan.. Bokeb Apes benar yah. Dengan tidak kehilangan akal aku berusaha melepas anak kunci di dalam kamar dengan menusuk dari luar dengan obeng, agar jatuh ke koran yang aku letakkan di bawah pintu. Dia terduduk tetapi tetap bergerak memutar secara perlahan, kemudian dia roboh, telungkup memelukku, dan menghisap bibirku. “Mas, aku capek tolong jangan dulu, pasang lagi kabel kipas anginnya!” katanya. Aku coba memijat pundaknya, dan mengurut punggungnya. Tapi desakan “arus bawah” ini nggak tahu diri, akhirnya aku berusaha masuk ke kamar. ohh..” suaranya keras bener, membuat rasa linuku hilang berubah menjadi nikmat. “Lho kok masalah uang lagi?” tanyaku.




















