Aku bukan… aku bukan tuan. Menancap. Bokep Itu, sarapan di atas meja.” Kak Edo mengkerutkan keningnya. Pegang selangkangan… oh sial. Karena penisnya sudah kembali menjadi panjang dan besar, aku melingkarkan jari- jariku yg lentik. “Saya mau melayani… Mungkin…. Panik? Kak Edo menaruh tubuhnya yg telanjang dan basah di sisiku. Aku bukan… aku bukan tuan. Saya sudah bahagia bisa begini. Merasa pantatku lembab. Tapi aku tersenyum lebar, dengan mata basah, aku berbisik di telinganya,“Kak Edo… saya kini milikmu.”
“Sayaannnggg….” desahan berat itu menggetarkan jiwaku. Aku menjadi takut.“Ma… maafkan saya, tuan. Mengambil hatiku. Terlalu gila, tdk pernah dibayangkan akan begini, tapi nyatanya luar biasa. Kalau tuan mau meniduri saya… rasanya bahagia.”
“Jangan… jangan bilang begitu…” Aku tersenyum sedih.Aku mengangkat wajah, memandangnya.




















