“Udah, pake beberapa gelas bir” jawabnya sambil ketawa. Bokep Mama Biasalah, waktu di kampus kan kita primodial banget. Dasar nih orang, ngerepotin tanpa perasaanKemudian aku rebahan di kasur dan menyalakan televisi. Aku dengan mudah meremas pantat bulat itu. “Iy sih, tapi masa sih dia ninggalin aku gitu aja” jawab Rara. Dengan jari tengahku aku mencari klentitnya, kemudian aku usap perlahan. Rara cuma mengangguk kecil. “Disini ?” kataku sambil menunjuk pipinya, kemudian aku mengecup pipi yang merona merah itu. Dasar nakal!“Sorry nih Ra, kamu lagi ada masalah ya ?” tanyaku. Hmmm… memang lebih banyak daripada darah perawan yang pernah aku liat.“Yan kok berdarah sih ?” tanya Rara panik. “Mau yan, tapi pelan-pelan ya” jawab rara.Akhirnya Aku tempatkan tubuhku diatas tubuhnya lagi.




















