Saya pijit, nih”, katanya. Bokep Bagian-bagian warna pink tersebut aku belai-belai dengan jemariku. Kami duduk berdampingan di sofa ruang tengah, dengan penerangan yang agak redup. Menakjubkan! Tapi aku tetap mengawal kesopanan.Pengalaman ini yang mendebarkan jantungku, betapapun dan siapapun bu Shirley, dia dapat menggetarkan dadaku. Hampir pukul 23.00 baru berlalu semua pekerjaan, saya mencuci kantor dan masih ditolong bu Shirley. Bahkan bila minumanku berakhir dia tidak segan-segan yang menuang kembali, aku justeru menjadi kikuk. Terasa dingin, sedangkan tangannya pun merangkul pinggangku. Seandainya Melisa laksana ibunya: tenang pembawaannya, keibuan dan sarat perhatian, baik juga.













