Aku tak perduli. Xhamster bokep Beberapa jam yang lalu aku masih melihat tawa di wajahnya, senyumnya. Tiba-tiba tangannya terulur lagi, menahan tubuhku. “Perjaka,” bisiknya dengan tersenyum. Aku tak punya alamat, tak punya nomor telepon yang bisa kuhubungi untuk mencapainya. Ia mirip omong kosong angin yang berlalu setelah menghembus di sisi wajahku. Tepat sebelum aku terlelap, kubisikkan sebuah pertanyaan padanya. “Buka bajumu,” ucapnya sambil tersenyum. “Ahhh..,” erangku. Ia terkekeh. Pandanganku tak beralih sedikitpun dari wajahnya yang tersenyum. Kurasakan jemari tangannya yang lain meraih tanganku. “My God,” desahku tanpa sadar. Kurasakan jemari tangannya yang lain meraih tanganku. Aku memandangnya heran. Lalu kubaringkan tubuhku di atas tubuhnya.




















