“Kamu sudah punya pacar, belum?” Tanyaku. “Aduh Mikha, jangan kena gigi dong…, Sakit. Bokep Live Aku pun duduk dekat mereka, berbincang tentang pemilu kali ini. Dengan korban beberapa orang tentu saja. Tanganku memegang dadanya, meremasnya dari balik kaos tipis dan bhnya. Dia telah semakin akrab denganku. Mulutnya berkicau terus, bertanya-tanya mengenai profesiku. Perlahan menunduk. Mikha tak sadar, dia memejamkan mata, menikmati asap rokok yang mengepul dan keluar melalui jendela yang terbuka. Di sana kami terdiam, mendengarkan ombak, begitu istilah Mikha tadi. Beberapa detik kemudian kudengar desahan panjang dari Mikha
“sstt… Aahh!!!”
Aku terus beroperasi di situ
“aahh…, Mas Joe…, gila nikmat bener…, Gila…, saya baru ngerasain nih nikmat yang kayak gini…, aahh…, saya nggak tahan nih…, udah deh…”
Lalu dengan tiba-tiba ia menarik kepalaku dan dengan tersenyum ia memandangku.




















