Penumpang lima lalu supir, jadi enam kali tujuh, 42 hore aq turun. Bokep Sub Indo Kring..!“Mbak Iin, telepon.” kataku.Ia berjalan menuju ruang telepon di sebelah. Hanya suara kebetan majalah yg kubuka cepat yg terdengar selebihnya musik lembut yg mengalun dari speaker yg ditanam di langit-langit ruangan.Langkah sepatu hak tinggi terdengar, pletak-pletok-pletok. Apakah suaraku mengganggu ketenangan mereka?“Pelan-pelan suaranya kan bisa Dek,” sang supir menggerutu sambil memberikan kembalian.Aq membalik arah lalu berjalan cepat, penuh semangat. Aq dipermainkan seperti anak bayi.Selesai dipijat ia tdk meninggalkan aq. Tdk lama wanita itu mengetuk langit-langit mobil. Ayo. Aq makin membenamkan wajah di atas tulisan majalah.“Halo..!” suara itu mengagetkanku. Lho, salon kan tempat umum. Dari perut turun ke paha. Tapi kakiku saja yg seperti memagari tubuhnya. Ia tersenyum ramah.




















